Cara Mencatat Penjualan Kredit di Jurnalkas — Dari Konsep Akuntansi sampai Entry Praktis

Cara Mencatat Penjualan Kredit di Jurnalkas — Dari Konsep Akuntansi sampai Entry Praktis

Kenapa Penjualan Kredit Bikin Banyak UMKM "Untung di Kertas, Boncos di Kas"

Penjualan kredit — jual barang atau jasa sekarang, tapi pembayarannya diterima belakangan — adalah pedang bermata dua buat UMKM. Di satu sisi, ngasih tempo bayar bikin pelanggan lebih gampang beli, omzet naik, dan kamu bisa rebut pasar dari kompetitor yang cuma terima cash. Di sisi lain, kalau tidak dicatat rapi, penjualan kredit adalah sumber utama piutang macet dan kas seret.

Masalahnya, banyak pelaku usaha mencatat penjualan kredit dengan cara yang salah: baru dicatat pas uangnya masuk. Akibatnya, kamu tidak tahu siapa yang masih punya utang, berapa total piutangmu, dan kapan harus nagih. Padahal, dalam akuntansi, penjualan kredit harus diakui saat barang diserahkan — bukan saat uang diterima.

Artikel ini fokus ke satu hal: cara mencatat penjualan kredit dengan benar di Jurnalkas — dari konsep akuntansinya, logika debit-kredit, sampai langkah praktis entry-nya. Dalam, detail, dan langsung bisa kamu terapkan.

1. Konsep Akuntansi: Apa Itu Penjualan Kredit?

Dalam akuntansi, penjualan kredit terjadi ketika kamu menyerahkan barang/jasa ke pelanggan, tapi pembayarannya ditunda. Saat barang diserahkan, muncul dua hal sekaligus:

  • Pendapatan diakui — karena barang/jasa sudah diserahkan (prinsip pengakuan pendapatan terpenuhi).
  • Piutang usaha muncul — karena pelanggan belum bayar, dia "berutang" ke kamu.

Inilah inti dari akuntansi akrual (accrual basis): pendapatan diakui saat terjadi, bukan saat kas diterima. Kebalikannya adalah cash basis, di mana kamu baru mencatat pendapatan saat uang benar-benar masuk. Untuk bisnis yang ngasih tempo bayar, akrual basis jauh lebih akurat karena kamu bisa melihat piutang yang belum tertagih sebagai aset.

Prinsip debit-kredit yang berlaku di sini:

  • Piutang Usaha bertambah → Debit (piutang adalah aset, aset bertambah di sisi debit).
  • Pendapatan bertambah → Kredit (pendapatan menambah ekuitas, ekuitas bertambah di sisi kredit).

Jadi saat barang diserahkan secara kredit, jurnalnya adalah: Debit Piutang Usaha, Kredit Pendapatan Penjualan. Nanti, saat pelanggan bayar, jurnalnya: Debit Kas, Kredit Piutang Usaha — piutang berkurang, kas bertambah.

Poin penting yang sering salah dipahami: penjualan kredit bukan "belum ada transaksi sampai dibayar." Transaksinya sudah terjadi saat barang diserahkan. Yang ditunda cuma pembayarannya. Kalau kamu baru mencatat saat uang masuk, kamu kehilangan jejak piutang — dan itulah awal mula piutang macet.

2. Cara Jurnal Penjualan Kredit Secara Akuntansi

Mari kita pakai contoh konkret. Kamu jual 10 dus keripik ke Toko Berkah seharga Rp1.000.000, dengan tempo bayar 14 hari.

Saat barang diserahkan (faktur diterbitkan):

  • Debit Piutang Usaha (1-1104) — Rp1.000.000
  • Kredit Pendapatan Penjualan (4-4101) — Rp1.000.000

Saat Toko Berkah bayar (14 hari kemudian):

  • Debit Kas (1-1100) — Rp1.000.000
  • Kredit Piutang Usaha (1-1104) — Rp1.000.000

Perhatikan: total pendapatan tetap Rp1.000.000, tapi kamu punya catatan jelas bahwa Toko Berkah sempat berutang Rp1.000.000 selama 14 hari. Inilah yang bikin kamu bisa nagih tepat waktu dan tahu persis siapa yang belum bayar.

3. Step-by-Step Entry di Jurnalkas

Di Jurnalkas, penjualan kredit dicatat lewat Modul Penjualan — bukan menu Pemasukan. Alurnya dua langkah: buat Faktur Penjualan (INV) dulu, lalu Penerimaan Pembayaran (PAY) saat pelanggan bayar.

Langkah 1: Buat Faktur Penjualan (INV)

  1. Buka menu Penjualan → Faktur Penjualan.
  2. Isi Customer (misal: Toko Berkah), Tanggal Faktur, dan Tanggal Jatuh Tempo (14 hari ke depan).
  3. Isi Detail Barang/Jasa: pilih item, isi qty (10), harga (Rp100.000/dus), diskon, dan PPN jika ada.
  4. Klik Konfirmasi. Saat dikonfirmasi, Jurnalkas otomatis membuat jurnal: Debit Piutang Usaha (1-1104), Kredit Pendapatan Penjualan (4-4101).

Setelah faktur dikonfirmasi, statusnya jadi "Belum Dibayar" — dan piutang Toko Berkah langsung tercatat di laporan piutangmu.

Langkah 2: Buat Penerimaan Pembayaran (PAY) saat Pelanggan Bayar

  1. Dari faktur yang sudah dikonfirmasi, klik "Buat Penerimaan Pembayaran".
  2. Pilih akun Kas/Bank tujuan (misal: Kas Besar 1-1101).
  3. Konfirmasi. Jurnalkas otomatis membuat jurnal: Debit Kas (1-1100), Kredit Piutang Usaha (1-1104).

Status faktur berubah jadi "Lunas", dan piutang Toko Berkah hilang dari daftar piutang. Kalau pelanggan bayar sebagian, statusnya jadi "Sebagian Dibayar" — dan sisa piutangnya tetap terpantau.

4. Common Mistakes Khusus Penjualan Kredit

  • Mencatat lewat menu Pemasukan. Ini kesalahan paling fatal. Menu Pemasukan adalah cash-basis untuk pemasukan non-penjualan (modal, pendapatan lain-lain). Kalau penjualan kredit dicatat di Pemasukan, kamu tidak akan punya catatan piutang sama sekali — dan tidak tahu siapa yang belum bayar.
  • Baru mencatat saat uang masuk. Ini menghilangkan jejak piutang. Kamu jadi tidak bisa nagih tepat waktu karena tidak tahu siapa yang jatuh tempo.
  • Lupa isi Tanggal Jatuh Tempo. Tanpa jatuh tempo, kamu tidak punya alarm kapan harus nagih. Piutang yang tidak ditagih tepat waktu pelan-pelan jadi piutang macet.
  • Tidak memantau status faktur. Faktur yang masih "Belum Dibayar" atau "Sebagian Dibayar" adalah daftar tagihanmu. Kalau tidak dicek rutin, ada pelanggan yang "lupa" bayar.
  • Mencampur penjualan kredit dengan penjualan cash. Keduanya sama-sama lewat Faktur Penjualan, tapi bedanya: penjualan cash langsung dibuatkan PAY di hari yang sama, sedangkan kredit PAY-nya menyusul. Jangan sampai faktur kredit dibiarkan tanpa PAY.

5. Kenapa Pakai Jurnalkas, Bukan Catat Manual?

Mencatat penjualan kredit manual di buku tulis itu ribet: kamu harus ingat siapa yang utang, berapa, kapan jatuh tempo, dan sudah bayar berapa. Satu pelanggan lupa dicatat, piutangmu "hilang" tanpa jejak. Di Jurnalkas, semua otomatis: faktur terkonfirmasi langsung tercatat sebagai piutang, status faktur menunjukkan siapa yang belum bayar, dan laporan piutang memberimu daftar tagihan yang siap ditagih. Lebih mudah, lebih efisien, lebih akurat.

Mulai Catat Penjualan Kredit dengan Benar Hari Ini

Penjualan kredit bisa jadi mesin pertumbuhan bisnismu — asal dicatat dengan benar. Dengan alur Faktur Penjualan (INV) → Penerimaan Pembayaran (PAY) di Jurnalkas, kamu tidak akan lagi kehilangan jejak piutang, bisa nagih tepat waktu, dan tahu persis kesehatan kas bisnismu.

Yuk, mulai catat penjualan kredit pertamamu dengan benar di jurnalkas.id — gratis, tanpa ribet, dan langsung bisa dipakai.

Siap Kelola Keuangan Bisnis Anda?

Coba Jurnalkas gratis sekarang — catat transaksi, kelola stok, pantau arus kas, semua dalam satu platform.

Mulai Gratis →